Loading...

Ada Sejak Abad 14, Hucap Tak Tergantikan, Tiap Lebaran Diserbu Perantau dan Wisatawan

  


KUNINGAN (OKE)- Menu makanan semakin bervariatif seiring perkembangan zaman. Tapi hucap makanan khas Kuningan tetap abadi hingga kini.Padahal dalam catatan sejarah, makanan yang berasal dari singkatan tahu dan kecap itu sudah ada sejak abad 14.


Bisa bertahannya hucap hingga sekarang karena makanan ini sarat akan sejarah dan yang terpenting rasanya enak dan khas. Pada saat lebaran seperti ini pembeli bisa naik berlipat-lipat.

Bukan hanya perantau yang menyerbu tapi juga para wisatawan yang datang ke kota kuda ikut mencicipi. Tak apdol rasanya berkunjung ke Kuningan tidak menjajal hucap.

Jangan salah Anies Baswedan yang merupakan pituin Kuningan ketika mudik selalu menyempatkan membeli hucap.

Sekelas Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pun pernah menikmati satu porsi hucap ketika berkunjung ke Kuningan

Pantauan Kuningan di hari ketiga lebaran (Rabu 2 April 2025) semua penjual hucap panen konsumen. Khusus yang sudah punya nama, terlihat antrean pembeli. Mereka rela antre demi seporsi hucap.

Di Hucap Ma Eroh konsumen harus bersabar karena bergantian dengan pembeli yang memilih dibungkus. Begitu juga dengan di Hucap Mirasa Beringin, konsumen datang silih berganti.


"Kalau lebaran seperti ini ramai dan harus sabar. Banyaknya konsumen juga membawa berkah bagi juru parkir," ujar Dadang.

Sekadar informasi, makanan tidak ditemukan ditempat lain meski ada yang sejenis seperti kupat tahu.  Hucap mempunyai cita rasa tersendiri dibanding dengan kupat tahu atau pun ketoprak.

Hucap sendiri akronim dari tahu kecap yang dibaluri bumbu kacang dan juga ditambah kupat. Lalu, ditabur bawang goreng. Berbeda dengan kupat tahu, hucap tidak menggunakan kerupuk dan juga toge.

Ternyata hucap sendiri mempunyai sejarah panjang yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia khususnya di Kabupaten Kuningan. Dari cerita penggiat sejarah, hucap sudah  ada sejak abad 14.

Dulu namanya adalah toufu mapo yang dibawa oleh anak buahnya Putri Ong Tin Nio ke Kuningan. Ong Tin Nio sendiri ke menetap di Luragung dan jangan heran kalau di Luragunglandeuh banyak makam kaum Tionghoa.

Hal ini  karena warga tionghoa masuk pertama kali ke Kuningan adalah  ke Luragung dan menetap di kawasan ini . Pabrik tahu pertama di Kuningan juga dibangun di wilayah ini.

"Awal namanya   toufu mapo, karena lidah orang Kuningan sulit melafalkan sehingga menjadi tahu hucap dan sekarang lebih sederhanakan  lagi hucap," ujar penggiat Sejarah Kuningan Nding Masku.

 


Berikut 3 hucap yang paling enak di Kuningan.

1.Hucap Mirasa

Hucap ini berada di dekat Pos Polisi Taman Kota atau samping bakso Mang Engkus. Mirasa merupakan salah satu hucap paling enak di Kuningan. Kuah bumbu kacangnya berbeda sehingga meski bahan bakunya sama yakni kupat, tahu.

Kalau ada yang bertanya apa kekurangan  dari Hucap Mirasa? Jawaban satu tempatnya sempit sehingga tidak leluasa. Akibat tempat yang terbatas konsumen harus bersabar terlebih pada saat lebaran.    

2.Ma Iroh

Hucap Ma Iroh lokasinya masih berada di Jalan Dewi Sartika sama dengan  hucap Mirasa.  Seperti Mirasa, hucap di tempat ini  menjadi favorit karena rasanya berbeda. Mantan Presiden RI SBY pernah mencicipi Hucap Ma Iroh pada tahun 2018 ketika Partai Demokrat ke Kuningan.

Presiden RI ke 6 itu memuji rasa hucap yang enak dan mempunyai citarasa tersendiri. SBY sendiri dulu ketika menjabat Presiden pernah juga mencicipi Nasi Kasreng khas Luragung.

3.Hucap Bu Imas di Pasar Baru 

Hucap ini letaknya di Jalan Juanda atau di dekat Pasar Baru. Kalau masih bingung letaknya di depan Toserba Terbit Pasar Baru. Saking Larisnya hucap ditempat ini konsumen terkadang tidak kebagian.

Itulah tiga rekomendasi hucap terenak di Kuningan, hucap Kuningan mempunyai citarasa berbeda dengan yang lain terutama dengan kupat tahu. 

Meski hanya campuran kupat, tahu, bawang goreng dan disiram kuah kacang, tapi rasanya tidak ada duanya. Selamat mencoba!

Harga pun terjangkau dan konsumen  bisa memilih satu porsi atau setengah. harga dikisaran Rp15 ribu per porsi.

Posting Komentar untuk "Ada Sejak Abad 14, Hucap Tak Tergantikan, Tiap Lebaran Diserbu Perantau dan Wisatawan"