Loading...

Sudah 12 Ekor Kambing Mati, Camat Japara: Pemangsannya Bukan Ajag

  

KUNINGAN (OKE)- Camat Japara Iman  Firmansyah SSTp memberikan keterangan terkait pelaku atau pemangsa 10 ekor kambing milik warga Desa Wano dan Cengal di Kecamatan Japara. Menurutnya pemangsa kembang bukan ajag atau anjing hutan, melainkan anjing kampung atau aning biasa yang liar.

"Berdasarkan saksi yakni  para warga yang melihat langsung usai menerkam hewan ternak. Pelakunya bukan ajag yang selama ini dituduhkan tapi anjing biasa yang liar," ujar mantan Camat Pancalang itu, Minggu (16/2/2025).

Pada kesempatan itu, Iman memberikan keterangan baru terkait jumlah kambing yang mati. Pada dua hari ini Sabtu dan Minggu jumlah kambing yang mati adalah 10. Adapun rinciannya adalah Desa Wano 8 ekor dan 2 ekor di Cengal yang merupakan desa tetanggaan.

"Dari informasi warga pada tanggal 10 Februari juga terjadi di Desa Cengal dengan jumlah 2 ekor, sehingga dengan yang hari Minggu menjadi 4 dan total menjadi  12," tandasnya.

Pihaknya  sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan. Bahkan juga menghubungi pihak Perbaikan terkait langkah, apabila teror terus berlanjut.

"Sekali pelakunya adalah anjing liar biasa bukan ajag. Memang mereka datangnya bergerombol sekitar 5 ekor," ujarnya.

Sebelumnya Teror binatang buas (diduga ajag atau anjing hutan) di Kecamatan Japara kembali berlanjut. Setelah Desa Wano pada Sabtu dini hari. Giliran, ternak di desa tetangga atau Desa Cengal yang menjadi korban.

 

KUNINGAN (OKE)- Teror binatang buas (diduga ajag atau anjing hutan) di Kecamatan Japara kembali berlanjut. Setelah Desa Wano pada Sabtu dini hari. Giliran, ternak di desa tetangga atau Desa Cengal yang menjadi korban.

Menurut Camat Japara Iman Firmansyah, ada dua ekor kambing kembali mati usai diterkam binatang buas. Insiden itu terjadi pada Minggu (16/2/2025) pukul 02.00 WIB. Adapun lokasinya beradi di Dusun 5  RT 32 /05 Desa Cengal Kecamatan Japara

"Kambing itu milik Pa Caswa Hamzah atau kerap dipanggil Ustad Ewo. Pada saat hewan buas itu tengah menerkam kambing sempat kedengaran oleh warga dan petugas ronda sehingga langsung ke kandang dan dilihat ada dua ekor yang sudah mati," ujar mantan Camat Pancalang itu.  


Dikatakan, lokasi kandang berdekatan dengan permukiman sehingga ketika ada serangan warga mengetahuinya. Pasca kejadian kambing tersebut langsung dikubur.

"Pasca ada serangan warga langsung waspada. karena takut terjadi teror susulan. Eh ternyata ada korban lagi dan beda desa," jelas Iman.


Sebelumnya, Delapan ekor kambing milik warga di Dusun III RT 4/2 Desa Wano Kecamatan Japara mati karena diterkam oleh hewan buas yang diduga ajag (ajing hutan) . Kambing tersebut hanya dimakan bagian dalam saja setelah itu dibiarkan tergeletak.

Insinden ini membuat pemilik ternak di Desa Wano was-was dan mereka kini menjadi waspada. Insiden terjadinya hewan ternak di mangsa ajag viral di medsos setelah dibagian ke tiap grup WA.

"Iya delapan ekor. Insidennya terjadi pada Sabtu dini hari  sekitar pukul 01.00 WIB," ujar Camat Japara Iman Firmansyah ketika dikonfirmasi kuninganoke.com, Sabtu (15/2025) siang. 

Menurut Iman,  kambing yang diterkam oleh hewan buas itu milik Yoyon (60)  pekerjaan buruh tani alamat RT /RW 4/2 dusun 2 dengan jumlah ternak hewan 4 ekor. Lalu, Wahidin (62)  pekerjaan buruh tani alamat RT/ RW  3/2 dusun 2  dengan jumlah ternak 4 ekor  yang mati 

"Kedua pemilik ternak tersebut letak kandang  berdekatan yang berlokasi di belakang madrasah Miftahul Falah," tandasnya.

Sementara pemilik kambing dan warga mengubur ternak tersebut yang sudah mati dengan jumlah 8 ekor. Atas kejadian ini  ia mengimbau kepada pemilik kambing lainnya agar waspada terhadap serangan hewan buas.


"Kami meminta warga agar tetap waspada. Ditakutkan ada serangan susulan dari hewan buas tersebut," jelasnya.

Sekadar informasi teror hewan buas pernah terjadi di Desa Cibentang Kecamatan Kramatmulya pada Sabtu 29  Juni tahun 2023. Total ada belasan kambing mati.

Sebelumnya pada tahun 2021 satu terjadi di wilayah timur Kuningan tepatnya Desa Cihanjaro Kecamatan Karangkancana dan juga di Kecamatan Cibingbin. Pada saat itu sampai diterjunkan tim pemburu ajag.(rdk) 



Menurut Camat Japara Iman Firmansyah, ada dua ekor kambing kembali mati usai diterkam binatang buas. Insiden itu terjadi pada Minggu (16/2/2025) pukul 02.00 WIB. Adapun lokasinya beradi di Dusun 5  RT 32 /05 Desa Cengal Kecamatan Japara

"Kambing itu milik Pa Caswa Hamzah atau kerap dipanggil Ustad Ewo. Pada saat hewan buas itu tengah menerkam kambing sempat kedengaran oleh warga dan petugas ronda sehingga langsung ke kandang dan dilihat ada dua ekor yang sudah mati," ujar mantan Camat Pancalang itu.  


Dikatakan, lokasi kandang berdekatan dengan permukiman sehingga ketika ada serangan warga mengetahuinya. Pasca kejadian kambing tersebut langsung dikubur.

"Pasca ada serangan warga langsung waspada. karena takut terjadi teror susulan. Eh ternyata ada korban lagi dan beda desa," jelas Iman.


Sebelumnya, Delapan ekor kambing milik warga di Dusun III RT 4/2 Desa Wano Kecamatan Japara mati karena diterkam oleh hewan buas yang diduga ajag (ajing hutan) . Kambing tersebut hanya dimakan bagian dalam saja setelah itu dibiarkan tergeletak.

Insinden ini membuat pemilik ternak di Desa Wano was-was dan mereka kini menjadi waspada. Insiden terjadinya hewan ternak di mangsa ajag viral di medsos setelah dibagian ke tiap grup WA.

"Iya delapan ekor. Insidennya terjadi pada Sabtu dini hari  sekitar pukul 01.00 WIB," ujar Camat Japara Iman Firmansyah ketika dikonfirmasi kuninganoke.com, Sabtu (15/2025) siang. 

Menurut Iman,  kambing yang diterkam oleh hewan buas itu milik Yoyon (60)  pekerjaan buruh tani alamat RT /RW 4/2 dusun 2 dengan jumlah ternak hewan 4 ekor. Lalu, Wahidin (62)  pekerjaan buruh tani alamat RT/ RW  3/2 dusun 2  dengan jumlah ternak 4 ekor  yang mati 

"Kedua pemilik ternak tersebut letak kandang  berdekatan yang berlokasi di belakang madrasah Miftahul Falah," tandasnya.

Sementara pemilik kambing dan warga mengubur ternak tersebut yang sudah mati dengan jumlah 8 ekor. Atas kejadian ini  ia mengimbau kepada pemilik kambing lainnya agar waspada terhadap serangan hewan buas.


"Kami meminta warga agar tetap waspada. Ditakutkan ada serangan susulan dari hewan buas tersebut," jelasnya.

Sekadar informasi teror hewan buas pernah terjadi di Desa Cibentang Kecamatan Kramatmulya pada Sabtu 29  Juni tahun 2023. Total ada belasan kambing mati.

Sebelumnya pada tahun 2021 satu terjadi di wilayah timur Kuningan tepatnya Desa Cihanjaro Kecamatan Karangkancana dan juga di Kecamatan Cibingbin. Pada saat itu sampai diterjunkan tim pemburu ajag.(rdk) 


Posting Komentar untuk "Sudah 12 Ekor Kambing Mati, Camat Japara: Pemangsannya Bukan Ajag"