Loading...

Korban Laka Lantas Nyaris Tak Dapat Santunan Dari Jasa Raharja, Ini Penyebabnya


KUNINGAN (OKE)- Ahli waris Windi gadis berusia 25 tahun warga Cineumbeuy Kecamatan Lebakwangi yang mengalami kecelakaan  Kamis (22/10/2022)  sore pukul 15.30 WIB di Jalan Raya Lebakwangi-Cineumbeuy nyaris tidak mendapatkan santunan dari Jasa Raharja.

Hal itu kalau Windy mengalami kecelakaan tunggal menabrak tembok jembatan.Namu, berdasarkan keterangan dari pihak polisi dan juga saksi-saki korban terlebih dahulu bersenggolan dengan motor.

"Kalau langsung menabrak jembatan atau laka tunggal tidak akan kami berikan santunan karena seperti itu aturannya," ujar Perwakilan Jasa Raharja Kuningan Dani, Sabtu (22/10/2022).

Pihaknya sendiri pada Sabtu  sudah sudah menemuai pihak ahli waris dan membayar semua haknya sebesar Rp50 juta. Apabila persyaratan sudah selesai maka proses akan mudah dan cair seketika.

"Prinsipnya 24 jam sudah beres dan alhamdulillah selalu lancar. Warga Kuningan yang meninggal karena kecelakaan kebanyakan diluar kota," jelasnya.

https://www.kuninganoke.com/2022/10/dua-kali-mengalami-benturan-keras-gadis.html

Sekadar mengingatkan, kecelakaan yang menyebabkan pengendara motor meninggal dunia terjadi pada Kamis (22/10/2022)  sore pukul 15.30 WIB di Jalan Raya Lebakwangi-Cineumbeuy.

Lokasinya tidak jauh dari lapangan sepakbola Desa Lebakwangi dan TKP tepat di jembatan.

Menurut keterangan saksi Yusuf yang  pada saat  kejadian ia berlawanan arah dengan korban, pada saat itu pengendara motor Honda Beat Nopol E 3674 YAV datang dari Cinembeuy.

"Saya tidak mengetahui persis apa korban ngebut atau tidak yang pasti datang pada saat di TKP bersenggolan dengan pengendara motor yang lain," ujar Yusuf mengawali cerita.

Karena kaget,  spontan kata dia, gadis yang belakang diketahui bernama Windi warga Cinembeuy itu membanting motor ke arah kanan. Dengan tujuan agar tidak tabrakan parah.

Entah karena kaget pedal gasnya motor menjadi kencang sehingga langsung menabrak jembatan. Tidak berhenti disana korban  pun melayang dan kembali terjatuh dengan bagian wajah menimpa aspal.

"Korban Langsung berlumuran darah. Dengan spontan saya dan pengendara yang berada dibelakang langsung menepikan motor untuk membantu. Saya kira pingsan biasa tapi ketika melihat lukanya parah saya meminta jangan dipegang dan benar saja korban meninggal ditempat," ujar ayah satu anak yang tiap hari melintas jalan tersebut.

Yusuf menduga yang membuat korban langsung meninggal dunia karena helm yang digunakan tidak ada kacanya. Andai ada dan tertutup serta helmnya lebih tebal korban bisa selamat.

"Jujur saya masih terbayang dengan kejadian itu, mudah-mudahan korban diterima Iman dan Islamnya," tandasnya.(dhn/rdk)


Posting Komentar untuk "Korban Laka Lantas Nyaris Tak Dapat Santunan Dari Jasa Raharja, Ini Penyebabnya"