KUNINGAN (OKE)- Pasca terjadinya insiden meninggalnya Tarkim warga Desa Sukamulya Kecamatan Garawangi Senin 14 Maret 2022, yang diduga dipatuk ular menjadi perhatian serius pihak Damkar.
Pada Rabu, 16 Maret 2022 pihak Damkar melakuk mitigasi dilokasi ditemukan korban sudah menjadi mayat. TKP ada sebuaah saung di area pesawahan Blok Cilisung Desa Sukamulya Kecmatan Garawangi.
Petugas Damkar melakuka mitigasi selama 5 jam atau dari pukul 08.30 WIB -13.00 WIB (+- 5 Jam ). Dari mitigasi ditemuka ada king cobra sebanyak 4 ekor.
"Pencarian ular dengan penggalian lubang atau sarangnya selama 5 jam, kami hanya menemukan anak ular jenis King Cobra sebayak 4 ekor dengan panjang +- 15 cm . Meski baru anaknya tapi racun bisa kekuatanya sama seperti ular dewasa," ujar Kepala UPT Damkar Kuningan Khadafi Mufti, pasca melakkan penggalian, Rabu (16/3/2022).
Sementara itu, , untuk induknya tidak ditemukan. Pencarfian sendiri dilakukan bersama-sama dengan warga dan aparat Desa Sukamulya.
"Kami mengimbauan kepada warga setempat, apabila akan melakukan aktifitas bertani, agar aparat keamanan memakai sepatu dan binatang melata seperti ular, lifan kalajengking dll.," ujarnya.
Kemudian bila warga berpapasan dengan ular, jangan lakukan gerakan spontanitas, karena ular akan bereaksi dengan menyerang. Lakukan gerakan perlahan seperti yang dimaksud menjauh. Dan apabila terpaksa bisa dibinasakan saja, dan atau dapat melapor ke UPT Damkar Satpol PP Kab.Kuningan di nomor (0232) 871113.
Sekadar informasi sebaran ular yang king cobra berada di wilayah pesawahan yang berpenghuni dengan sebaran hutan/pesawahan +- 20 Hektar. Pihaknya bertitik fokus pada pencarian diseputaran lokasi tempat korban meninggal. (dhn/rdk)
Posting Komentar untuk "Pasca Petani Tewas Dipatuk Ular, Hasil Mitigasi Damkar di Area Pesawahan Ditemukan 4 Ekor King Cobra"